TENTANG

  
Tahun 2020 adalah awal dari dekade yang dilihat oleh manusia sebagai ajang untuk menyambut peluang-peluang yang akan hadir di sekitar mereka. Penting bagi manusia untuk merefleksikan pengalaman yang telah terjadi dan menggunakannya untuk menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi tantangan dan meneruskan perjuangan di dekade baru. UCIFEST 11 mengambil tema “METAMORFOSIS” yang merupakan proses perkembangan pada makhluk hidup dikarenakan pertumbuhan dalam diri mereka. Seperti metamorfosis, manusia juga melakukan perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur, secara perlahan menjadi bentuk diri mereka. UCIFEST 11 hendak menjadi saksi lahirnya karya-karya yang mengandung harapan akan terjadinya metamorfosis dalam diri manusia.


Visi

  • Membangun budaya menonton film pendek di Indonesia.

Misi

  • Memfasilitasi pemutaran film-film mahasiswa dan pelajar.
  • Memfasilitasi diskusi pembuat film pelajar dan mahasiswa dan penontonnya.
  • Mengapresiasi pembuat film pelajar dan mahasiswa.

PRAKATA


Kus Sudarsono - Ketua Program Studi Film & Televisi UMN

  Menurut data yang dipublikasi oleh Agus Mediarta melalui filmindonesia.or.id, sepanjang tahun 2019 terdapat 129 judul film Indonesia yang beredar dengan jumlah total 51.901.832 penonton. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan penonton sebesar 1,38% dari jumlah penonton pada tahun 2018. 15 judul film mampu memperoleh penonton di atas satu juta atau sebanyak 57% dari total jumlah penonton.

  Data di atas menunjukkan terus berkembangnya industri perfilman di Indonesia dari tahun ke tahun. Perkembangan perfilman Indonesia juga terlihat dari semakin banyak kampus-kampus yang menawarkan Program Studi Film dan Televisi, saat ini tercatat 22 Program Studi Film dan Televisi di seluruh Indonesia. Apalagi jika kita menghitung pendidikan Film dan Televisi yang masih berupa peminatan, maka jumlah institusi pendidikan film tersebut akan bertambah banyak. Kondisi ini tentunya akan memperbaiki industri perfilman dari segi sumber daya manusia maupun dari sisi penonton yang makin sadar pentingnya kualitas sebuah film.

  Prodi Film UMN mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu berjalannya UCIFEST kali ini, terima kasih kepada Kompas Gramedia Grup, Yayasan Multimedia Nusantara, jajaran pimpinan Rektorat UMN, Dekan Fakultas Seni dan Desain, Kaprodi DKV, Kaprodi Arsitektur, Jajaran dosen Prodi Film UMN, para profesional yang meluangkan waktu untuk mengajar di UMN. Terima kasih pada para tamu undangan, para sponsor, para panita serta para mahasiswa yang kami banggakan.

Previous next
Previous next
Previous next

Juri

Riri Riza

juri1

  
Memulai langkah perdananya di dunia film ketika berkolaborasi dengan rekan sineasnya, Mira Lesmana, Nan Achnas and Rizal Mantovani, dalam pembuatan omnibus film Kuldesak (1998). Riri menyutradarai film panjang pertamanya pada tahun 2000, sebuah drama musikal berjudul Petualangan Sherina, yang melejit sebagai box office. Pada tahun 2002 ia menulis dan menyutradarai Eliana, Eliana dan mendapatkan penghargaan Young Cinema Award dan NETPAC/Fipresci Jury Awards di Singapore International Film Festival. Film-filmnya mendapatkan banyak apresiasi dan penghargaan, diantaranya GIE (2005), 3 Hari Untuk Selamanya (2007), Laskar Pelangi (2008), Sang Pemimpi (2009), Atambua 39⁰Celcius (2012), dan Sokola Rimba (2013). Film Athirah (2016), sebuah film layar lebar yang mengambil latar di kampung halamannya, Sulawesi Selatan memenangkan 6 penghargaan di Festival Film Indonesia, termasuk penghargaan Film Terbaik.

  

Keliek Wicaksono


Mengawali karir animasi 3D ketika mengajar di lab komputer Arsitektur Gadjah Mada dan dikenal sebagai founder Studio Kasatmata pada tahun 2002. Keliek bekerja untuk iklan TV sejak 2006 sebagai generalist 3D artist dan compositor serta terlibat di beberapa proyek motion graphics dan film. Terakhir terlibat sebagai VFX supervisor di film Wiro Sableng (2018), Terlalu Tampan (2019), Mantan Manten (2019), dan VFX coordinator di film Ratu Ilmu Hitam (2019). Beberapa penghargaan pun ia raih seperti Konfiden Award (2002) - Best Short Animation, Visi Anak Bangsa Award (2003) - Production Support for Homeland, 3D Animation, Pinasthika Award (2010) - Bronze for Craftmanship, Piala Maya (2012) - VFX Terbaik - film Ambilkan Bulan, Piala Maya 2018 - VFX terbaik - film Wiro Sableng, Piala Citra (2018) - Penata Efek Visual Terbaik - film Wiro Sableng.

Danu Murti

juri3


Danu Murti lahir pada tahun 1979 di Jakarta dan kini berprofesi sebagai dosen, editor, dan Ketua Program Studi Televisi dan Film S1 FFTV IKJ. Danu juga sering mengerjakan iklan komersial, iklan layanan masyarakat, live report, program olahraga, musik, kuis, talkshow, religi, web series, advertorial, mini seri, serial, film televisi di SCTV, Frame Ritz, Sinemart, Primavision, dan Kompas TV sebagai editor.

Ia juga memiliki pengalaman lain di luar industri televisi, contohnya seperti menulis buku berjudul "Film Editing" pada tahun 2015, menjadi Ketua Studi Penghayatan Lingkungan FFTV IKJ 2018, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru FFTV IKJ 2019, Ketua Pembentukan Program Studi Fotografi, menjadi Juri Film Pendek LFS2N Provinsi DKI 2019, Juri Festival Film Pendek Jakarta 2019, Juri Film 12th Cillect Prize Competition 2017, dan Juri Diprolution Short Movie Competition 2017. 

Amelia Hapsari

juri4


Amelia Hapsari adalah pembuat film dokumenter yang lahir dan besar di Semarang sebelum melanjutkan kuliah dan S2 di Ohio University di Amerika Serikat. Dari situ ia belajar dari beragam pekerjaan dan kehidupan di Jerman, China, dan Timor-Leste sebelum pada tahun 2012 bekerja di In-Docs sebagai Direktur Program. Dua karyanya yang terakhir sebagai sutradara adalah Jadi Jagoan ala Ahok dan Akar.


Nominasi

Berikut adalah seluruh nominasi
UCIFEST 11 - UMN Animation & Film Festival

Unduh Buku Program Unduh Jadwal

Lokasi

Universitas Multimedia Nusantara
Jalan Scientia Boulevard, Gading Serpong
Tangerang 15811


NARAHUBUNG

Public Relation: 0858-8153-1655 (Chandra)

Sponsorship: 0856-8899-9990 (Allana)

sponsor

Sosial Media



sponsor