PRAKATA

  Penyelenggaraan UCIFEST kali ini sungguh terasa istimewa. UCIFEST memasuki usia 10 tahun, sebuah perjalanan yang cukup panjang untuk sebuah festival film dan animasi. Berawal dari penyelenggaraan yang sederhana, sampai menjadi sebuah festival film dan animasi tingkat nasional. Penyelenggaraan UCIFEST 10 kami harapkan dapat menjadi langkah awal sineas-sineas muda Indonesia yang dikemudian hari akan mewarnai dunia film dan animasi Indonesia. Sutradara besar Steven Spielberg pernah berucap "You shouldn't dream your film, you should make it!" maka sineas muda Indonesia diharapkan untuk bergerak bersama, mulai berkarya dan membangun perfilman Indonesia.

  Saya, mewakili Prodi Film, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada Pimpinan Kompas-Gramedia Grup, Ketua Yayasan, Rektor dan jajaran Rektor, Dekan serta pimpinan Universitas Multimedia Nusantara atas dukungan penuh pada penyelenggaraan kegiatan-kegiatan Prodi Film. Terima kasih juga saya haturkan pada jajaran struktural dan staf Prodi Film serta para dosen yang, ditengah kesibukan profesi, selalu memberikan yang terbaik bagi mahasiswa. Terima kasih saya ucapkan bagi para panita penyelenggara dan seluruh mahasiswa Prodi Film Universitas Multimedia Nusantara.

Kus Sudarsono - Ketua Program Studi Film & Televisi UMN

ABOUT US

  Selama 10 tahun, Universitas Multimedia Nusantara selalu turut berperan serta dalam mengembangkan sinema Indonesia. Tak terkecuali tahun 2019, Universitas Multimedia Nusantara kembali menyelenggarakan rangkaian UCIFEST yang ke-10. UCIFEST 10 merupakan wadah bagi para siswa dan mahasiswa, baik film maupun animasi, untuk memperkenalkan karya terbaik kepada orang-orang dari berbagai kalangan. Bersama dengan rangkaian acara ini, diharapkan semangat pembuatan karya film dan animasi akan terus dipelihara baik oleh pemula maupun profesional di bidang film dan animasi.

  Mengangkat tema besar Legacy, sebagaimana acara ini sudah terselenggara secara rutin selama 10 tahun terakhir, sekarang adalah saatnya para generasi muda untuk menikmati dan mengembangkan warisan dari para filmmaker terdahulu. Secara tidak langsung, setiap detil dari konten acara ini merupakan sebuah warisan dari tahun ke tahun, yang tentunya harus dipertahankan dalam meneruskan semangat pembuatan suatu karya film dan animasi. Pengangkatan tema ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menjadi ajang selebrasi puncak setelah berjalannya acara ini selama 10 tahun.

VISI & MISI

  • Memperkenalkan jurusan film dan animasi Universitas Multimedia Nusantara kepada masyarakat umum secara nasional.
  • Meneruskan semangat pembuatan karya film dan animasi, mengingat UCIFEST sudah 10 tahun terselenggara.
  • Menjadi ajang pertemuan antara para kreator film dan animasi pemula dengan profesional.

Sejarah Ucifest

Program Acara

Berikut adalah jadwal seluruh rangkaian acara
UCIFEST 10 - UMN Animation & Film Festival

Program Film

Karya Film Pendek Yang Telah Lolos Kurasi Dalam Kompetisi Ucifest 10 - UMN Animation & Film Festival

PROFIL JURI

Tepat setelah meraih gelar sarjana seni dari jurusan Desain Komunikasi Visual di Binus School of Design, Sabrina memutuskan untuk menekuni passionnya di industri film dan bergabung dengan Visinema pada akhir tahun 2014. Pada tahun 2017, Sabrina memulai kariernya sebagai sutradara dengan menyutradarai Filosofi Kopi The Series dan telah membuat beberapa konten digital pendek setelahnya. Pada tahun 2018, Sabrina menyutradarai film panjang pertamanya yang berjudul "Terlalu Tampan" yang diadaptasi dari salah satu webtoon populer di Indonesia.



Daryl Wilson adalah seorang Sutradara Animasi dari Studio Kumata berdomisili Bandung yang film pendek animasinya berjudul “Biggu Buddy” telah memenangkan Jury’s Choice XXI Short Animation Festival 2015 , nominasi Europe on Screen Short Animation Movie 2015 , dan nominasi HelloFest Short Animation Movie 2014. Ia juga baru-baru ini mengerjakan project Si Juki the Movie.



Roy Lolang atau akrab dengan sapaan Bung Oy – menamatkan studi sinematografinya di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Ia mengawali karirnya sebagai sinematografer bersama dengan sejumlah teman semasa kuliahnya – yakni melalui film Kuldesak (1998), film yang kerap menjadi kunci kelahiran Sinema Indonesia era Reformasi. Sepanjang karirnya, ia berhasil mendapatkan Nominasi untuk Piala Citra Penata Sinematografi Terbaik dalam ajang FFI melalui Ada Apa Dengan Cinta (2001) dan 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta (2010). Selain itu, dirinya juga mendapatkan Penghargaan Festival Film Bandung dalam kategori Fotografi Terbaik melalui film Ada Apa Dengan Cinta? (2001). Beberapa tahun terakhir beliau aktif sebagai Dewan Juri dalam penyelenggaraan FFI.



Beliau adalah lulusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma (S1) dan Master of Instructional Multimedia di USM (University Sains Malaysia). Beliau telah menggeluti dunia animasi sejak tahun 2007 dan bekerja di beberapa studio animasi ternama seperti, One Animation (Singapura), Giggle Garage (Malaysia), dan Infinite Studios (Batam). Dalam karir di dunia animasi, beliau lebih memfokuskan ke bidang Layout, Cinematography, dan Story. Dalam proyek Nussa beliau berperan sebagai Creative Director dan penanggung jawab untuk naskah/cerita.



Dwi Sujanti Nugraheni adalah seorang sineas dokumenter otodidak, alumni dari IDFA Summer School 2012, Berlinale Talents 2014, Talents Tokyo 2015 dan Asia Docs Workshop 2015 . Beliau menerima penghargaan dari John Darling Filmmaker Fellowship Award pada tahun 2013, Asian Cultural Council Artist Fellowship Award pada tahun 2008 dan terpilih untuk mengikuti sebuah program di Yamagata Dojo tahun 2018. Film panjang dokumenter pertamanya yang berjudul "Denok & Gareng" terpilih dalam kompetisi IDFA tahun 2012. Film dokumenter panjang keduanya, "Ona between the Devil and the Deep Blue Sea" akan rilis pada bulan Mei 2019.



PROFIL KOMPETISI

Goklas Teguh Sujiwo atau yang biasa disapa Oyas Sujiwo adalah komikus sekaligus senior editor atau writer dari BumiLangit Studio, perusahaan pengelola hak cipta karakter cergam atau komik klasik Indonesia (IP) yang bergerak dibidang film. Beliau juga menulis kembali Si Buta dari Gua Hantu.



Satrio Budiono adalah seorang penata suara profesional yang juga adalah perintis Fourmix Audio Post, salah satu studio post production ternama di Indonesia. Love for Sale (2018), Terlalu Tampan (2019), Keluarga Cemara (2019) adalah beberapa film yang telah digarap beliau belakangan tahun ini.



Nadia Mahatmi adalah dosen program studi Desain Komunikasi Visual di Universitas Multimedia Nusantara. Beliau berpendidikan S2 di Institut Teknologi Bandung dan telah menyelesaikan penelitian tentang Study of Mascot Design Character As Part Of City Branding: Malang City (2018).



Contact Us

VENUE

Lecture Theater, PK Ojong - Jakob Oetama Tower &

Lecture Hall, New Media Tower Lt. 3

Universitas Multimedia Nusantara

Jalan Scientia Boulevard, Gading Serpong

Tangerang 15811

Social Media